Metafisis

Ghibah atau ghaibah adalah menuturkan aib (cela) seseorang dibelakangnya. Hukum ghibah adalah haram. Ada salah kaprah ditengah-tengah masyarakat kita, misalnya dengan perkataan “apa yang saya omongin ini bukan ghibah lho … ini kenyataan”. Dia kira kalau yang diomongin itu berupa fakta ,maka bukan terbilang ghibah, justru ghibah itu menggunjing kenyataan-kenyataan buruk orang lain, kalau yang dibicarakan itu tidak sesuai kenyataan, malah disebut fitnah.

Seperti dijelaskan disini Definisi Hukum Syara’, Akal dan Adat, di mana di situ dijelaskan Hukum syara’, ialah firman Allah yang berhubungan dengan segala pekerjaan orang-orang mukallaf, berupa perintah (thalab) atau mubah (ibahah) dan keduanya mempunyai sandaran (wadla’). Maka hukum dari ghibah pun ada yang diperbolehkan.

6 Ghibah Yang Diperbolehkan:

1. Bagi orang yang teraniaya

Ketika ada orang yang teraniaya, dia boleh membongkar aib orang yang menganiayanya dan menyampaiaknnya kepada pihak-pihak yang mampu menolak/melawan kedholiman orang tersebut. Dengan demikian orang yang teraniaya tetap diharamkan menuturkan kejelekan si…

Lihat pos aslinya 323 kata lagi

Tinggalkan komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: