SURAT AL HUJURAT 49 : 12

“Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan purba-sangka (kecurigaan), karena sebagian dari purba-sangka itu dosa. Dan janganlah mencari-cari keburukan orang dan janganlah menggunjingkan satu sama lain. Adakah seorang diantara kamu yang suka memakan daging saudaranya yang sudah mati ? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya. Dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima Taubat lagi Maha Penyayang” (SURAT AL-ĤUJURĀT :49:12)

Metafisis

Ghibah atau ghaibah adalah menuturkan aib (cela) seseorang dibelakangnya. Hukum ghibah adalah haram. Ada salah kaprah ditengah-tengah masyarakat kita, misalnya dengan perkataan “apa yang saya omongin ini bukan ghibah lho … ini kenyataan”. Dia kira kalau yang diomongin itu berupa fakta ,maka bukan terbilang ghibah, justru ghibah itu menggunjing kenyataan-kenyataan buruk orang lain, kalau yang dibicarakan itu tidak sesuai kenyataan, malah disebut fitnah.

Seperti dijelaskan disini Definisi Hukum Syara’, Akal dan Adat, di mana di situ dijelaskan Hukum syara’, ialah firman Allah yang berhubungan dengan segala pekerjaan orang-orang mukallaf, berupa perintah (thalab) atau mubah (ibahah) dan keduanya mempunyai sandaran (wadla’). Maka hukum dari ghibah pun ada yang diperbolehkan.

6 Ghibah Yang Diperbolehkan:

1. Bagi orang yang teraniaya

Ketika ada orang yang teraniaya, dia boleh membongkar aib orang yang menganiayanya dan menyampaiaknnya kepada pihak-pihak yang mampu menolak/melawan kedholiman orang tersebut. Dengan demikian orang yang teraniaya tetap diharamkan menuturkan kejelekan si…

Lihat pos aslinya 323 kata lagi

FIRMAN ALLAH KEPADA RAHIM

FIRMAN ALLAH KEPADA RAHIM

Dari Abu Hurairah ra. dari Nabi saw., beliau bersabda : “Allah menciptakan makhluq, ketika selesai dari padanya rahim berdiri lalu memegangi ikat pinggang Allah Yang Maha Pemurah. Allah berfirman kepadanya : “Jangan”. Ia menjawab : “Ini adalah tempat orang yang berlindung kepadaMu dari memutuskan”. Allah berfirman : “Tidakkah kamu rela, Aku menyambung orang yang menyambungmu, dan Aku memutuskan orang yang memutuskanmu?”. Ia berkata “Ya, wahai Tuhanku”. Allah berfirman : “Itulah untukmu”. Abu Hurairah berkata : Bacalah jika kamu mau :

“FAHAL ASAITUM IN TAWALLAITUM AN TUF­SIDUU FIL ARDLI WATUQATHTHI-’UU ARHAA­MAKUM”

(Maka apakah kiranya jika kamu berkuasa kamu akan membuat kerusakan di muka bumi dan memutuskan hubungan kekeluargaan?) (Muhammad : 22). (Hadits ditakhrij oleh Bukhari).

Dari Abdur Rahman bin Auf ra., ia berkata : Saya mendengar Rasulullah saw bersabda : Allah berfirman : “Akulah Allah, Akulah Yang Maha Pemurah, Aku menciptakan rahim (persaudaraan) dan Aku pecahkan dari namaKu, barangsiapa yang menyambungnya maka Aku menyambung orang itu, dan barangsiapa yang memutuskannya maka Aku putuskan dia”. (Hadits ditakhrij oleh Tirmidzi).

Dari Abdur Rahman bin Auf ra., ia berkata : Saya mendengar Rasulullah saw. bersabda : Allah berfirman : Akulah Yang Maha Pemurah, dan dia adalah rahim (persaudaraan) aku ambilkan namanya dari namaKu. Barangsiapa yang manyambungnya maka Aku menyambungnya, dan barangsiapa yang memutuskannya maka Aku putuskan ia”. (Hadits ditakhrij oleh Abu Dawud).

DIKUMPULKANNYA MAKHLUQ DENGAN KETAKUTANNYA


Dari Ibnu Abbas ra. dari Nabi saw, beliau bersabda : “Sesungguhnya kamu dikumpulkan dengan kaki terbuka, telanjang dan tidak berkhitan. Kemudian beliau membaca : “Sebagaimana Kami telah memulai penciptaan pertama, begitulah Kami akan mengulanginya, itulah suatu janji yang pasti Kami tepati”. Orang yang pertama kali diberi pakaian pada hari qiamat adalah Ibrahim as. sesungguhnya beberapa shahabatku dituntut sebagai golongan kiri, maka aku katakan : “Shahabatku, shahabatku, lalu dikatakan : “Sesungguhnya mereka senantiasa berbalik atas tumit mereka sejak kamu berpisah dengan mereka”. Maka aku katakan sebagaimana yang dikatakan oleh hamba yang shalih : “Dan aku menjadi saksi terhadap mereka selama aku berada diantara mereka … sampai firman Allah. Sesungguhnya Engkaulah Maha Kuasa Lagi Maha Bijaksana”. (Hadits ditakhrij oleh Bukhari).

DIKUMPULKANNYA MAKHLUQ DENGAN KETAKUTANNYA


Dari Ibnu Abbas ra. dari Nabi saw, beliau bersabda : “Sesungguhnya kamu dikumpulkan dengan kaki terbuka, telanjang dan tidak berkhitan. Kemudian beliau membaca : “Sebagaimana Kami telah memulai penciptaan pertama, begitulah Kami akan mengulanginya, itulah suatu janji yang pasti Kami tepati”. Orang yang pertama kali diberi pakaian pada hari qiamat adalah Ibrahim as. sesungguhnya beberapa shahabatku dituntut sebagai golongan kiri, maka aku katakan : “Shahabatku, shahabatku, lalu dikatakan : “Sesungguhnya mereka senantiasa berbalik atas tumit mereka sejak kamu berpisah dengan mereka”. Maka aku katakan sebagaimana yang dikatakan oleh hamba yang shalih : “Dan aku menjadi saksi terhadap mereka selama aku berada diantara mereka … sampai firman Allah. Sesungguhnya Engkaulah Maha Kuasa Lagi Maha Bijaksana”. (Hadits ditakhrij oleh Bukhari).

DORONGAN UNTUK MENGERJAKAN KEUTAMAAN DAN LARANGAN DARI MELAKUKAN KEHINAAN

Gambar

DORONGAN UNTUK MENGERJAKAN KEUTAMAAN DAN LARANGAN DARI MELAKUKAN KEHINAAN

Dari Rib’i bin Hirasy bahwasanya Hudzaifah ra. bercerita kepada mereka : “Rasulullah saw. bersabda : Malaikat menemui Ruh seseorang sebelummu, mereka bertanya : “Tahukah kamu, apakah kamu mengamalkan kebaikan barang sedikit ?”. Ia menjawab : “Tidak”. Mereka berkata : “Ingat-ingatlah !”. Ia berkata : “Saya menghutangi manusia, lalu saya menyuruh bujang-bujangku untuk memberi tangguh kepada orang-orang yang sulit dan memaafkan orang yang dalam kemudahan”. Beliau bersabda : “Allah Yang Maha Mulia dan Maha Besar berfirman : “Maafkanlah dia !”. (Hadits ditakhrij oleh Muslim).

Dari Hudzaifah ra., ia berkata : “Allah mendatangi salah seorang hambaNya yang telah diberiNya harta”. Lalu Dia berfirman kepadanya: “Apakah yang kamu kerjakan di dunia ? “. Ia berkata : “Allah tidak menyembunyikan pembicaraan”. Ia menjawab : “Wahai Tuhanku, Engkau memberikan harta Mu kepadaku, lalu saya berjual beli kepada manusia, termasuk peri laku saya adalah memaafkan. Aku memudahkan kepada orang yang kaya dan memberi tangguh kepapa orang yang sedang dalam kesulitan’. Maka Allah Yang Maha Mulia dan Maha Besar berfirman : “Maafkanlah hamba-Ku”. Uqbah bin Amir Al Juhanni dan Abu Mas’ud al Anshari berkata : “Demikianlah saya mendengarnya dari mulut Rasulullah saw”.

Dari Abu Hurairah ra., ia berkata : Rasulullah saw bersabda : “Pada hari Qiyamat Allah berfirman : “Di manakah orang­orang yang senang kepada kebesaran Ku ?”, pada hari ini Aku menaunginya dalam naunganKu, pada hari tidak ada naungan selain naungan Ku”. (HR. Muslim).

Dari Abu Hurairah ra. dari Nabi saw. bahwasanya ada seseorang meninjau saudaranva di desa lain. Maka Allah mengintaikan Malaikat di jalannya dengan bertanya : “Mau kemanakah kamu?”. Ia menjawab : “Saya mau (pergi) kepada saudaraku di desa ini’. Malaikat bertanya : “Apakah ada kenikmatan yang kamu peroleh ?”. Ia menjawab : “Tidak hanya saya mencintainya karena Allah Yang Maha Mulia dan Maha Besar”. Malaikat berkata : “Sesungguhnya aku utusan Allah kepadamu, karena Allah telah mencintaimu sebagaimana kamu mencintainya karena Allah”.

Dari Mu’adz bin Jabal ra., ia berkata : Saya mendengar Rasulullah saw bersabda : “Allah Yang Maha Suci dan Maha Tinggi berfirman : “Pastilah kecintaan Ku bagi orang-orang yang cinta karena Ku, orang-orang yang duduk karena Aku, orang-orang yang berkunjung karena Aku, dan orang-orang yang memberi karena Aku”. (Hadits ditakhrij oleh Malik).

Dari Abu Hurairah ra., ia berkata : Rasulullah saw bersabda : “Sesungguhnya Allah Yang Maha Mulia dan Maha Besar berfirman pada hari Qiyamat : “Wahai anak Adam, Aku sakit namun kamu tidak menjenguk Ku”. Ia berkata : “Wahai Tuhan saya, bagaimana saya menjenguk Mu sedang Engkau adalah Tuhan semesta alam ?”. Dia berfirman : “Tidakkah kamu mengetahui bahwa hambaKu Fulan sakit, namun kamu tidak menjenguknya ?, Tidakkah kamu mengetahui, seandainya kamu menjenguknya niscaya kamu mendapati Aku di sisi nya. Wahai anak Adam Aku minta makan kepadamu namun kamu tidak memberi makan kepadaKu”. Ia berkata : “Wahai Tuhan saya, bagaimanakah saya memberi makan kepadaMu, sedangkan Engkau Tuhan semesta alam ?”. Allah berfirman : “Tidakkah kamu mengetahui bahwasanya hambaKu si Fulan minta makan kepadamu, tetapi kamu tidaklah memberi makan kepadanya ? Apakah kamu tidak mengetahui bahwasanya seandainya kamu memberi makan kepadanya, niscaya kamu mendapatkannya di sisi Ku ? Wahai anak Adam, Aku minta minum kepadamu, tapi kamu tidak memberi minum kepada Ku”. Ia berkata : “Bagaimanakah saya memberi minum kepada Mu sedang kamu adalah Tuhan alam semesta ?”. Allah berfirman : “Hamba Ku si Fulan minta minum kepadamu, tetapi kamu tidak memberinya minum, niscaya kamu mendapatinya di sisi Ku”. (Hadits ditakhrij oleh Muslim).

Dari Abu Dzar ra. dari Nabi saw. dalam hal yang diriwayatkan dari Allah Yang Maha Suci dan Maha Tinggi bahwasanya Dia berfirman: “Wahai hamba Ku, sesung­guhnya Aku mengharamkan kezhaliman atas diriKu dan zhalim itu Aku haramkan di antara kalian, maka janganlah kalian zhalim menzhalimi. Wahai hambaKu, masing-masing dari kamu itu sesat kecuali orang yang Aku beri petunjuk kepadamu. Wahai hambaKu, masing-masing dari kamu itu lapar kecuali orang yang Aku beri makan, mintalah makan kepadaKu, maka Aku memberi makan kepadamu. Wahai hambaKu, masing-masing dari kamu itu telanjang, kecuali orang yang Aku beri pakaian, mintalah pakaian kepadaKu maka Aku memberi pakaian. Wahai hambaKu, sesung­guhnya kamu bersalah siang dan malam, sedang Aku mengampuni seluruh dosa, mintalah ampun kepadaKu, maka Aku mengampunimu. Wahai hambaKu, sesung­guhnya kamu tidak akan terhindar dari kemadharatan Ku, maka berlindunglah dari kemadharatan Ku dan kamu tidak akan memperoleh kemanfa’atan-Ku maka mohonlah kemanfaatan kepadaKu. Wahai hambaKu seandainya or­ang yang pertama dan terakhir dari kamu, jin dan manusia dari kalanganmu itu berada pada hati seseorang yang paling taqwa dari padamu, hal itu tidak menambah kerajaanKu sedikit juapun. Wahai hambaKu, seandainya orang yang awal dan terkemudian dari padamu, manusia dan jin itu ada pada orang yang paling jahat dari padamu niscaya tidaklah berkurang dari kerajaanKu barang sedikit juapun. Wahai hambaKu, seandainya orang yang pertama dan terkemudian, manusia dan jin di kalanganmu berdiri di satu bukit lalu minta kepadaKu, dan Aku beri setiap or­ang akan permintaannya, maka hal itu tidak mengurangi apa yang ada di sisi Ku melainkan seperti berkurangnya air laut apabila dimasukkan jarum kepadanya. Wahai hambaKu, itu amal-amalmu, Aku hitung semuanya untukmu, kemudian Aku sempurnakan bagimu. Barangsiap yang mendapatkan kebaikan maka pujilah Allah, dan barangsiapa yang mendapati selain itu maka janganlah mencela selain dirinya”. (Hadits ditakhrij oleh Muslim).

Dari Abu Dzar ra., ia berkata : Rasulullah saw bersabda Allah Ta’ala berfirman : “Wahai hambaKu, masing-masing dari kamu itu sesat, kecuali orang yang Aku beri petunjuk, mintalah petunjuk maka Aku akan memberimu petunjuk. Masing-masing dari kamu itu fakir kecuali orang yang Aku beri kekayaan, mintalah kepadaKu maka Aku akan memberimu. Masing-masing dari kamu berdosa kecuali orang yang Aku ampuni. Barangsiapa di antaramu yang mengetahui bahwa Aku mempunyai kekuasaan untuk mengampuni, lalu ia minta ampun kepadaKu, maka Aku mengampuninya dan Aku tidak mengindahkan (kesalahan itu). Seandainya orang yang pertama dan terkemudian dari padamu, yang hidup dan mati dari padamu, basah dan keringmu itu terkumpul pada hati orang yang paling taqwa dari hamba Ku, maka hal itu tidak menambah kerajaan Ku sesayap nyamuk. Dan seandainya orang yang pertama dan terakhir dari padamu, yang hidup dan mati dari padamu, basah dan keringmu berkumpul pada satu padang lalu setiap orang dari padamu minta apa yang diangan­angankannya, dan Aku memberi setiap orang yang minta itu akan permintaanya maka hal itu tidak mengurangi kerajaan Ku, kecuali seperti seandainya salah seorang di antaramu melewati lautan lalu memasukkan jarum di dalamnya, kemudian jarum itu di tariknya. Demikian itu karena Aku Maha Pemurah dan Dermawan, Aku berbuat apa yang Aku kehendaki, pemberianKu adalah satu perkataan, dan siksaan Ku adalah satu perkataan, karena urusanKu adalah apabila Aku menghendaki sesuatu maka Aku ucapkan : “Jadilah, maka sesuatu itupun menjadi ada”. (Hadits ditakhrij oleh Abu Isa At Tirmidzi).

Dari Abu Hurairah ra., ia berkata : “Rasulullah saw. bersabda : “Allah Yang Maha Mulia dan Maha Besar berfirman : “Sombong itu selendang Ku dan kebesaran itu sarung Ku, barangsiapa yang melawan Ku dalam salah satunya maka ia Aku lemparkan ke dalam neraka”. (Hadits ditakhrij oleh Abu Dawud).

5 perkara yang harus disegerakan

Terburu-buru merupakan hal yang kurang baik untuk dilakukan, karena merupakan sifat setan.
Dalam setiap aktifitas sebaiknya dilakukan dengan tidak terburu-buru karena banyak hal buruk yang akan terjadi jika beraktifitas dengan terburu-buru. Jadi sebaiknya disiapkan dengan sebaik mungkin segala sesuatu yang dibutuhkan sebelum beraktifitas.
Namun ada 5 hal yang boleh di segerakan untuk dilaksanakan,
Yang pertama yaitu menikah. Menikah merupakan salah satu sunah Nabi. hal ini bisa disegerakan karena dapat menghindarkan dari maksiat dan hal-hal yang tidak diinginkan. namun jika belum mampu untuk menikah tetapi nafsu selalu menggoda maka hendaknya berpuasa agar tidak menjadi budak nafsu syahwat.
Yang kedua yaitu membayar utang. Membayar utang harus disegerakan agar tidak diwarisi kepada anak cucu.
Yang ketiga mengurus jenazah.
Keempat menjamu tamu, ada pepatah yang mengatakan bahwa tamu adalah raja. Maka dari itu kita harus menjamu tamu segera dengan baik. Standar tamu hanya tiga hari, jika sudah melewati tiga hari maka statusnya sudah berubah menjadi anggota keluarga dan penghuni rumah. Maka perlakukanlah seperti anggota keluarga biasa dan penghuni rumah seperti yang lain.
Terakhir taubat, taubat juga merupakan hal yang perlu disegerakan karena kita tidak tau apakah kita masi punya waktu untuk bertaubat jika tidak dilakukan dengan segera dan selalu di tunda-tunda.